The Blues is Like Salt. There's a Little Bit of It in Everything -- Even Ice Cream

Blog EntryMelesetMar 2, '08 6:36 AM
for everyone
Suatu hari seorang lelaki kaya raya sedang bermain golf dengan ditemani seorang caddy. Dia tidak mahir bermain, sehingga tidak heran pukulannya banyak yang melenceng.

Pada hole pertama dia pasang kuda-kuda, raut mukanya sangat serius, matanya dia picingkan seolah-olah seperti seekor elang yang sedang mengincar mangsanya.

"Wuuts..." dia pukulkan tongkat golfnya sekuat tenaga. Tetapi apa mau dikata, pukulannya meleset. Jangankan bolanya mengarah ke lubang yang dituju, bolanya terpukul saja tidak.

Sembari melemparkan tongkat golfnya, dia mengumpat, "Anjing...meleset!!!"

Seketika itu pula sang caddy mendekatinya dengan tergopoh-gopoh. "Pak, jangan mengumpat, nanti Dewa marah."

Lelaki kaya itu tentu saja tidak mau dinasehati oleh caddy. Dengan mata mendelik dan nada tinggi dia menjawab, "Apa peduli mu? Tugasmu hanya sebagai caddy!"

Dia kembali memasang kuda-kuda. Kali ini tampangnya tambah serius. Lagi-lagi dia meleset. Dia lemparkan tongkat golfnya jauh-jauh sembari berteriak "Aaannnjiiiinng...meleset!!! Brengsek!!!"

kembali caddy itu mendekat. Kali ini dengan tampang memelas dia berbisik dengan hati-hati, "Pak, jangan bilang kasar. Dewa bisa murka. Orang yang suka mengumpat suka tersambar petir!"

"Sialan...kamu hanya caddy! Kalau kau masih saja menasehati ku, aku tak akan memakai lagi jasamu! Diaaaammm!!!" Wajah lelaki kaya itu merah padam.

Di kesempatan ketiga, lelaki kaya itu berhasil memukul bola golf itu. Mukanya tampak kegirangan. Tetapi ternyata bola golf itu meluncur terbang dengan sangat melenceng. Bukannya ke arah lubang yang dimaksud, bola golf itu dengan suksesnya terbang ke arah pepohonan.

Kali ini dengan berteriak sangat keras lelaki itu membanting tongkat golfnya. "Jahanam, brengsek, anjing...meleset!! Lagi-lagi meleset!!!"

Tiba-tiba langit siang itu yang cerah berubah menjadi gelap gulita. Awan hitam tampak menutupi langit lapangan golf. Suara petir menggelegar. Lelaki kaya itu kini pucat pasi. Sang caddy merinding ketakutan. Mulutnya komat-kamit. Caddy itu berkata, "Tuh kan Tuan...kata saya juga apa! Lihat tuh, Dewa murka!"

"Jelegerrrr....duaarrr..." tiba-tiba petir menyambar! Lelaki kaya itu memejamkan matanya. Ketika dia membuka matanya, dia tambah keheranan lagi. Dilihatnya caddy mati mengenaskan di sampingnya. Sekujur tubuhnya hangus dan berasap.

Di langit terdengar suara menggema..."Anjing...meleset!!!"

senandunghujan wrote on Mar 2
hahaha...geblek amattt.
ranggaprimaputera wrote on Mar 2
hahaha...geblek amattt.
siapa yang geblek?! hehehe...
senandunghujan wrote on Mar 2
caddynya lahhh..
prahathea wrote on Mar 2
Dewanya juga blom mahir tuh kayaknya...hihihi :D
suhermanfx wrote on Mar 2
A#&*ng ketipu .. :)
ranggaprimaputera wrote on Mar 2
waks...ada yang ngomong kasar di sini rupanya :)
suhermanfx wrote on Mar 3
maaf hanya bercanda aja, kang !
ranggaprimaputera wrote on Mar 3
maaf hanya bercanda aja, kang !
hehe...siapa yang bilang saya tersinggung? :D
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help